Tahun-tahun belakangan ini banyak sekali ditawarkan program kepemilikan barang,dengan cara menyicil.Tentunya ada interest dibalik pembayaran dengan cicilan.Juga berkembang program pinjaman tanpa agunanan yang marak dan gencar oleh para pemasarnya.Hingga orang lupa akan kemampuan mereka dan mencari cara gampang.apalagi di akhir jaman ini,banyak sekali perabot-perabot teknologi tinggi yang membuai mata dan khayalan.Dari mulai HP,Laptop,Rumah,Perabot rumah dan barang teknologi lain.
Kalo memang kita mampu maka tak apalah,mungkin hitung-hitung daripada mengeluarkan uang sekaligus mending sisihkan uang penghasilan.
Hati-hatilah terhadap pinjaman,gunakan manakala perlu sekali.Hutang berbunga (riba) itu lambangnya ular yang suka melilit tubuh hingga luluh lebur tak bertulang,membuat kita lunglai.
Aku pun pernah pinjam karena satu kepentingan,dan telah aku hitung kebutuhan dan
kesanggupanku.Beda dengan teman saya,karena silau akan nilai uang yang bisa dipinjam
dan terbuai oleh angan-angan yang tidak-tidak,akhirnya jadilah ia pinjam KTA,pada akhirnya uang entah kemana habisnya dan harus mencicil untuk sesuatu yang tidak ada hasilnya.
Kita harus memiliki prinsip hidup prihatin,sebelum berkeinginan meminjam uang atau
memiliki barang,tinjau dulu beberapa hal berikut:
1. Apakah kita benar-benar butuh barang dan type yang kita inginkan tersebut..
2. Apakah kita hanya butuh sesaat atau akan kita gunakan terus
3. apakah harga yang akan kita tebus,sebanding dengan manfaatnya untuk kita.
4. Jika dengan mencicil,perhitungkan dulu cicilannya,dan adakah anggaran tersebut bisa
kita sisihkan.
5. Jika bisa,jangan terburu-buru,alihkan dulu fokus fikiran anda akan hal-hal lain. Sebab rumus keinginan semakin kita perhatikan semakin kita ingin,jika sudah ingin
maka ia akan menguasai kita,jika tidak keturutan kepala pusing dan tenggung menjadi pegal se
perti di tekan.Itulah nafsu.Maka alihkanlah perhatian anda ke hal lain agak lama,jika fikiran sehat
anda mengatakan itu penting untuk anda maka lanjutkan.Tapi jangan fikiran sehat terkontaminasi
oleh keinginan.
Hidup jaman sekarang,seolah serba mudah,seolah serba murah.Tapi kadang kita bingung memilah keinginan dan kebutuhan,karena pengaruh gengsi,tak mau dibilang katro,keting galan jaman,demi pergaulan dll.
Benteng pertahanan diri perlu di perkuat,yaitu benteng iman,dan juga bisa mengukur kebutuhan,
bisa menolak kebutuhan sesaat yang tak perlu,menghindari membeli karena ingin.
Memang banyak orang yang mampu uangnya dengan mudah membeli barang hanya untuk
koleksi,tapi bagi yang berkantong dangkal mungkin tak perlu demikian.
Topik ini sebagai bahan untuk cermin diri,terutama penulis,bukan untuk mengajari,syukur
bila bermanfaat.
salam,